Penajam, Setara News – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan PKBM Homeschooling Farah pada Tahun Ajaran 2025/2026. Lembaga pendidikan nonformal tersebut berhasil meluluskan seluruh peserta didik Paket C dengan persentase kelulusan mencapai 100 persen dan rata-rata nilai yang sangat memuaskan.
Pengumuman kelulusan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (8/5/2026). Meski berlangsung virtual, suasana haru dan kebanggaan tetap terasa di tengah para siswa, orang tua, tutor, serta pengelola PKBM yang mengikuti prosesi tersebut.
Sebanyak 19 siswa Paket C resmi menuntaskan pendidikan kesetaraan mereka. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa jalur pendidikan nonformal mampu mencetak lulusan berkualitas dan berdaya saing, sejajar dengan pendidikan formal.
Kepala PKBM Homeschooling Farah, Musfira, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan para siswa merupakan hasil dari kerja keras, disiplin belajar, serta dukungan penuh dari keluarga dan tenaga pendidik.
“Hasil pengumuman kelulusan hari ini adalah salah satu bukti nyata keberhasilan Anda selama menempuh pendidikan Paket C. Ini adalah gerbang awal menuju kesuksesan yang lebih besar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan kini tidak dapat dipandang sebelah mata. Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel namun tetap mengedepankan kualitas, PKBM dinilai mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan dan memperbaiki masa depan.
Apresiasi turut datang dari pemerintah daerah. Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara, Fatatin Findi Sutanti, mengaku bangga atas perkembangan dan capaian PKBM Homeschooling Farah.
Menurutnya, lembaga tersebut telah menunjukkan performa yang baik dalam memberikan layanan pendidikan alternatif bagi masyarakat, terutama bagi warga belajar yang sebelumnya terkendala mengakses pendidikan formal.
“PKBM Homeschooling Farah sudah menunjukkan performa yang bagus. Kami berharap lembaga ini terus konsisten dalam memperbaiki administrasi dan tata kelola dengan baik,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pendidikan nonformal guna memperluas akses pendidikan dan membantu menekan angka putus sekolah di daerah.
Hal senada disampaikan Yuniarti yang berharap para lulusan tidak berhenti sampai pada tahap kelulusan saja. Ia mendorong para alumni untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun menciptakan peluang kerja secara mandiri.
Selain itu, para lulusan juga diharapkan mampu menjadi pribadi berkarakter dan memberikan kontribusi positif di lingkungan sosialnya.
Dalam acara tersebut, penghargaan khusus diberikan kepada siswa berprestasi. Tri Murti Agustina dari jurusan IPA berhasil meraih predikat lulusan terbaik dengan nilai tertinggi, yakni 91,3.
Tak hanya unggul secara akademik, Tri Murti Agustina juga dipercaya menjadi Ketua Ikatan Alumni (IKA) Paket C PKBM Homeschooling Farah. Penunjukan itu diharapkan dapat memotivasi warga belajar lainnya untuk terus mengejar cita-cita tanpa memandang usia maupun jalur pendidikan yang ditempuh.
Tidak hanya Paket C, PKBM Homeschooling Farah pada tahun ajaran ini juga meluluskan 10 siswa Paket A dan 17 siswa Paket B. Dengan demikian, total peserta didik yang berhasil menyelesaikan pendidikan kesetaraan mencapai 46 orang.
Capaian tersebut dinilai menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pengurangan angka putus sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara. Kehadiran PKBM Homeschooling Farah pun semakin dianggap sebagai solusi pendidikan bagi masyarakat yang sebelumnya kehilangan kesempatan menempuh pendidikan formal.
Lebih dari sekadar lembaga pendidikan, PKBM Homeschooling Farah kini menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat untuk kembali membangun masa depan melalui pendidikan. Di tengah perkembangan dan tantangan dunia pendidikan, lembaga ini membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal usia, latar belakang, maupun keadaan.
Pendidikan kesetaraan pun kini dipandang bukan sekadar alternatif, melainkan jembatan penting menuju kehidupan yang lebih baik dan masa depan yang lebih cerah bagi generasi bangsa.(rma/red)*












