PENAJAM PASER UTARA,Setara News – Upaya peningkatan kualitas pendidikan non-formal terus dilakukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Homeschooling Farah melalui pelaksanaan visitasi akreditasi yang berlangsung selama tiga hari, sejak 25 hingga 27 April 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan strategis dalam memastikan standar mutu layanan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat tetap terjaga dan terus berkembang.
Visitasi akreditasi tersebut menghadirkan dua asesor berpengalaman, yakni Idar Baiti, M.Pd. dan Dr. Linda Fauziah Ariyani, S.Pd., M.Pd. Selama proses berlangsung, tim asesor melakukan penilaian komprehensif terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, meliputi manajemen kelembagaan, kurikulum, kualitas tenaga pendidik, sarana prasarana, hingga efektivitas proses pembelajaran.
Dalam arahannya, Idar Baiti menekankan bahwa paradigma akreditasi saat ini telah mengalami pergeseran signifikan. Penilaian tidak lagi berorientasi pada kelengkapan dokumen administratif, melainkan pada kualitas implementasi di lapangan serta dampak nyata terhadap peserta didik.
“Akreditasi bukan hanya soal administrasi, tetapi bagaimana lembaga mampu menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas dan memberikan hasil yang dirasakan langsung oleh warga belajar,” ujarnya.Senin,27/04/026.
Ia juga menambahkan bahwa visitasi menjadi momen penting untuk melihat kesesuaian antara dokumen perencanaan dengan praktik nyata di lapangan, sehingga hasil akreditasi benar-benar mencerminkan kondisi riil lembaga.
Kepala PKBM Homeschooling Farah, Musfira, SH., M.Pd., menyambut pelaksanaan visitasi ini sebagai kesempatan berharga untuk melakukan refleksi dan evaluasi menyeluruh. Menurutnya, akreditasi bukan sekadar penilaian, melainkan bagian dari proses pembelajaran institusi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Kami memandang visitasi ini sebagai kebutuhan, bukan beban. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk mengetahui sejauh mana capaian yang telah diraih dan apa saja yang perlu diperbaiki demi memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.
Musfira juga menegaskan bahwa PKBM Homeschooling Farah terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif, fleksibel, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.
Sementara itu, Dr. Linda Fauziah Ariyani menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan kesiapan lembaga dalam menjalani proses akreditasi. Ia melihat potensi besar PKBM Homeschooling Farah untuk berkembang menjadi lembaga pendidikan non-formal yang memiliki identitas kuat.
“Kami berharap PKBM ini dapat tumbuh menjadi lembaga yang memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, sehingga mampu menjadi rujukan dan inspirasi bagi satuan pendidikan non-formal lainnya,” tuturnya.
Selama pelaksanaan visitasi, berbagai pihak turut ambil bagian dalam mendukung kelancaran kegiatan. Mulai dari komite sekolah, orang tua peserta didik, tokoh masyarakat, hingga mitra strategis menunjukkan sinergi yang solid. Dukungan ini menjadi bukti kuat bahwa keberadaan PKBM Homeschooling Farah mendapat kepercayaan dan peran penting di tengah masyarakat.
Partisipasi aktif seluruh elemen tersebut tidak hanya memperkuat proses akreditasi, tetapi juga mencerminkan semangat kolaborasi dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Dengan berakhirnya rangkaian visitasi, PKBM Homeschooling Farah menaruh harapan besar terhadap hasil akreditasi yang akan diperoleh. Lebih dari sekadar nilai, hasil tersebut diharapkan menjadi legitimasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Ke depan, lembaga ini berkomitmen untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, guna mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan daya saing tinggi, khususnya di wilayah Penajam Paser Utara dan sekitarnya.(rma/sn)*












