PENAJAM, Setara News – Tidak semua anak beruntung dapat menempuh pendidikan dengan jalan yang mulus. Sebagian harus berhenti di tengah perjalanan, bukan karena tak ingin belajar, melainkan karena keadaan yang memaksa mereka menyerah pada realitas.
Ada yang harus meninggalkan sekolah karena himpitan ekonomi. Ada yang terpaksa bekerja di usia muda demi membantu keluarga. Ada pula yang harus mengubur cita-cita akibat persoalan hidup yang tak pernah mereka pilih.
Namun, mimpi yang tertunda bukan berarti mimpi yang berakhir.Di tengah kenyataan itulah, PKBM Homeschooling Farah hadir sebagai cahaya bagi mereka yang sempat kehilangan arah.
Lembaga pendidikan nonformal di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ini menjadi tempat bagi banyak orang untuk kembali memungut harapan yang pernah tercecer.
Tahun ini, harapan itu menjelma menjadi pencapaian nyata.Sebanyak 41 peserta didik program pendidikan kesetaraan resmi dinyatakan lulus.
Mereka terdiri dari 10 peserta didik Program Paket A (setara SD), 12 peserta didik Program Paket B (setara SMP), dan 19 peserta didik Program Paket C (setara SMA).Di balik angka 41 itu, tersimpan puluhan kisah perjuangan yang tidak sederhana.
Ada air mata, ada kelelahan, ada rasa ingin menyerah, tetapi ada pula tekad yang terus hidup untuk bangkit. Sebab bagi mereka, kelulusan bukan sekadar menerima ijazah melainkan kemenangan atas keadaan yang pernah hampir merenggut masa depan.
Kepala PKBM Homeschooling Farah, Musfira, S.H., M.Pd., mengatakan bahwa setiap peserta didik yang berhasil lulus membawa cerita perjuangan yang luar biasa.
Menurutnya, PKBM Homeschooling Farah tidak sekadar menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga menjadi ruang pemulihan harapan bagi mereka yang sempat merasa tertinggal.
“Banyak yang datang kepada kami dengan rasa minder, dengan luka karena merasa gagal, bahkan ada yang berpikir masa depannya sudah selesai. Tetapi kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan selalu punya pintu kedua bagi siapa saja yang mau berjuang,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Musfira menegaskan, keberadaan PKBM Homeschooling Farah adalah bukti bahwa pendidikan harus mampu merangkul semua kalangan tanpa memandang latar belakang.
Baginya, tidak boleh ada anak bangsa yang kehilangan masa depan hanya karena terhalang akses pendidikan.
“Selama masih ada kemauan untuk belajar, selama masih ada semangat untuk bangkit, maka harapan itu belum mati. PKBM Homeschooling Farah akan terus ada untuk menjadi rumah belajar, rumah harapan, dan rumah masa depan bagi masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan eksistensi PKBM Homeschooling Farah sebagai salah satu garda penting dalam upaya menekan angka putus sekolah di PPU.
Di tengah pembangunan daerah yang terus bergerak maju, kebutuhan akan sumber daya manusia unggul semakin besar.
Namun kemajuan fisik akan kehilangan makna jika masih ada masyarakat yang tertinggal dalam akses pendidikan.
Karena itu, menurut Musfira, pendidikan nonformal bukan lagi sekadar alternatif, melainkan bagian penting dari solusi masa depan.
Ia berharap para lulusan tidak berhenti sampai di titik ini. Dunia di luar sana, kata dia, menuntut lebih dari sekadar nilai akademik ia menuntut ketangguhan, keberanian, kreativitas, dan daya juang.
“Kelulusan ini bukan garis akhir. Ini justru gerbang awal. Terus belajar, terus tumbuh, jangan pernah biarkan keadaan mendefinisikan batas kemampuan kalian. Mimpi besar hanya dimiliki oleh mereka yang berani terus melangkah,” pesannya.
Keunggulan PKBM Homeschooling Farah terletak pada sistem pembelajaran yang fleksibel namun tetap berkualitas.
Dengan pendekatan yang lebih personal dan adaptif, lembaga ini mampu menjangkau peserta didik dari beragam latar belakang mulai dari anak putus sekolah, pekerja, hingga mereka yang membutuhkan model belajar yang lebih sesuai dengan kondisi hidupnya.
Legalitasnya pun tak perlu diragukan. Ijazah Paket A, B, dan C yang diperoleh para lulusan memiliki status setara dengan pendidikan formal sesuai regulasi pemerintah, sehingga membuka peluang yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja.
Pada akhirnya, PKBM Homeschooling Farah telah membuktikan satu hal penting keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya.Sebab mimpi tidak selalu mati karena kegagalan. Sering kali, mimpi hanya menunggu tempat yang tepat untuk kembali tumbuh.
Dan di Penajam Paser Utara, PKBM Homeschooling Farah terus menjadi tempat itu tempat di mana harapan yang hampir padam kembali dinyalakan, satu demi satu, menuju masa depan yang lebih terang. (rm/red)












