BULUKUMBA, Setara News – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Darul Ishlah yang berlokasi di Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, pada Ahad, 6 Juli 2025.
Pesantren ini menggelar acara Tasyakuran Khotmil Qur’an dan Wisuda Kelulusan Santriwan-Santriwati ke-20 dengan mengangkat tema “Al-Qur’an: Hidayah dan Mukjizat Sepanjang Zaman.”
Sebanyak 27 khatimin-khatimat (penghafal Al-Qur’an) dan 28 santri wisudawan-wisudawati menjadi pusat perhatian dalam momentum penuh makna tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh para orang tua santri, asatidz-asatidzah, serta simpatisan pesantren yang hadir dengan antusias.
Ketua Pengasuhan PPS Darul Ishlah, Ustadz Rakhman, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian para santri dalam menyelesaikan hafalan dan masa pendidikan mereka.
“Alhamdulillah, atas izin Allah, tahun ini sebanyak 27 santri putra dan putri kita telah menyelesaikan setoran hafalan Al-Qur’an. Sementara 28 santri lainnya berhasil menuntaskan masa belajarnya selama enam tahun,” ujar Ustadz Rakhman.
Pimpinan PPS Darul Ishlah, Almukarram Ustadz Baharuddin Ribi Hafidzahullah, turut memberikan tausiyah dan pesan penuh makna kepada seluruh hadirin, khususnya para santri yang diwisuda.
“Al-Qur’an itu rahmat, penolong yang akan memberikan pertolongan. Orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an akan didampingi malaikat. Bahkan para penghafal Qur’an itu diintip oleh malaikat, mereka diawasi, hingga bangun untuk shalat malam,” ungkapnya dengan semangat.
Dalam penutup tausiyahnya, Ustadz Baharuddin memberikan pesan mendalam yang mengandung nilai spiritual dan motivasi kepada para santri yang telah mengkhatamkan Al-Qur’an.
“Jika Al-Qur’an sudah ada di tangan dan di dalam otak kita, percayalah, itu adalah modal yang tidak akan terkalahkan. Kelak, kita akan berangkat menuju negeri akhirat, dan insyaallah, Al-Qur’an akan datang sebagai pembela kita di hadapan Mahkamah Rabbul Jalil di Padang Mahsyar,” pungkasnya. (Red/SN)*












